Tampilkan postingan dengan label Joanna Francis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Joanna Francis. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 17, 2009

Surat Dari Seorang Kristiani Untuk Wanita Muslim

Dikutip dari sebuah blog,sebuah catatan yang menarik untuk dibaca dan diketahui...

Oleh: Joanna Francis © 2006 (Penulis, Jurnalis USA)

Selama serangan Israel ke Lebanon dan “perang melawan teror” Zionis, dunia Islam menjadi pusat perhatian di setiap rumah warga Amerika. Saya melihat pembunuhan, kematian dan kehancuran yang menimpa Lebanon, tapi saya juga melihat sesuatu yang lain: Saya melihat Anda. Saya tidak bisa menolong, tapi yang menjadi perhatian bahwa setiap perempuan yang saya lihat selalu menggendong bayi atau anak-anak disekelilingnya. Meskipun mereka berpakaian sederhana, kecantikan mereka tetap bersinar. Tapi bukan sekedar kecantikan lahiriah. Saya juga merasakan keanehan dalam diri saya: saya merasa iri. Saya merasa tidak senang atas kejadian mengerikan dan kejahatan perang yang rakyat Lebanon derita dan menjadi target oleh musuh kita bersama. Tapi saya hanya bisa mengagumi kekuatan, kecantikan, kesederhanaan, dan lebih dari itu, kebahagiaan kalian.

Ya, ini aneh, tapi itu yang saya rasakan bahwa meskipun dalam keadaan dibom, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari pada kami, karena kalian menjalani kehidupan natural sebagai seorang wanita. Cara yang selalu wanita jalani sejak masa awal. Cara yang digunakan di Barat hingga tahun 60-an, ketika kami dibombardir oleh musuh yang sama. Hanya saja kami tidak dibom dengan perlengkapan perang sesungguhnya, tapi dengan tipu daya licik dan kerusakan moral.


Melalui Godaan

Mereka menyerang kami—orang-orang Amerika—dari Hollywood, bukan dari jet tempur atau tank buatan Amerika. Mereka juga akan “membom” kalian dengan cara ini, setelah mereka selesai membom prasarana negara kalian. Saya tidak ingin hal ini terjadi pada kalian. Kalian akan merasa rendah sebagaimana yang kami rasakan. Kalian bisa menghindar dari bom semacam ini kalau kalian mendengar dengan ramah kepada mereka yang sudah menderita dan menjadi korban serius dari pengaruh jahat musuh. Karena segala sesuatu yang kalian lihat dari Hollywood hanyalah kumpulan kebohongan, penyimpangan realita, rokok dan bayangan semu. Mereka menghadirkan masalah seks sebagai “hiburan yang aman” karena tujuan mereka adalah menghancurkan susunan moral masyarakat menjadi apa yang mereka arahkan ke program beracun. Saya meminta kepada kalian agar tidak meminum racun mereka. Tidak ada penangkal baginya sekali Anda mengkonsumsinya. Kalian mungkin bisa pulih setengah-setengah, tapi tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Lebih baik menghindar dari racun sepenuhnya dari pada mencoba untuk sembuh dari penyebab kerusakan ini.

Mereka akan berusaha menggoda kalian dengan rangsangan film dan video musik; dengan licik menggambarkan kami, wanita Amerika, dengan bahagia dan senang, bangga berpakaian layaknya pelacur dan konten tanpa kekeluargaan. Banyak dari kami tidak bahagia, percayalah. Jutaan dari kami menjalani pengobatan anti-depresi, tidak menyukai pekerjaan, dan menangis semalaman karena lelaki yang mengatakan cinta kepada kami, kemudian dengan serakah menggunakan kami lalu pergi. Mereka ingin menghancurkan keluarga kalian dan meyakinkan kalian untuk punya sedikit anak. Mereka melakukan ini dengan menghadirkan pernikahan sebagai sebuah bentuk perbudakan, (tugas) keibuan sebagai kutukan, menjadi sederhana dan murni sebagai model kuno. Mereka ingin merendahkan kalian dan menghilangkan agama kalian. Mereka seperti ular yang menggoda Hawa dengan apel. Don’t bite!


Harga Diri

Saya melihat kalian sebagai mutiara berharga, emas murni, atau “mutiara bernilai tinggi” yang dibicarakan Injil (Matius 13: 45). Semua wanita adalah mutiara bernilai tinggi, tapi beberapa orang memperdaya kita ke dalam keraguan akan nilai kemurnian ini. Yesus (Nabi Isa as.) mengatakan: “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” (Matius 7: 6) Mutiara-mutiara kita tak ternilai harganya, tapi musuh meyakinkan kita bahwa hal itu bernilai rendah. Tapi percayalah; tidak ada pengganti yang dapat memandang ke dalam cermin dan melihat kesucian, kemurnian dan rasa harga diri yang ada pada kalian.

Mode atau fashion yang datang dari para penjahit Barat dirancang agar kalian yakin bahwa asset tak ternilai milik kalian adalah seksualitas. Tapi keindahan busana dan hijab kalian sesungguhnya lebih menarik dibandingkan mode Barat manapun, karena pakaian itu menyelubungi kalian dalam misteri dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan. Seksualitas seorang wanita harus dijaga dari mata-mata yang tak layak, karena hal itu seharusnya menjadi hadiah bagi lelaki yang benar-benar mencintai dan menghormati untuk menikahi Anda…

Asset tak ternilai milik kalian adalah inner-beauty, kemurnian, dan segala hal yang membuat kalian apa adanya. Tapi saya melihat beberapa wanita Muslim mendorong batasan itu dan mencoba menjadi kebarat-baratan sebisa mungkin, meskipun tetap menggunakan kerudung (dengan memperlihatkan sebagian rambut mereka). Mengapa meniru wanita yang sudah menyesal, atau akan menyesal, karena kehilangan kebaikannya? Tidak ada pengganti atas kehilangan hal tersebut. Kalian adalah permata yang sempurna. Jangan biarkan mereka menipu kalian dengan menjadi berlian palsu. Karena segala hal yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah kebohongan. Itu adalah jebakan setan. It is fool’s gold.


Hati Seorang Wanita

Saya akan beri tahu kalian sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian ingin tahu: seks sebelum menikah tidaklah “sehebat” yang kalian kira. Kita memberikan tubuh kita kepada lelaki yang kita cintai, yakin bahwa itu adalah cara agar mereka mencintai dan menikahi kita. Sebagaimana yang kita lihat di televisi belakangan ini. Tapi tanpa jaminan pernikahan dan kepastian pengetahuan bahwa ia akan bersama dengan kita, ini bukanlah hal yang menyenangkan! Inilah ironinya. Ini adalah hal yang sia-sia. Hanya akan meninggalkan air mata pada kalian.

Berbicara sebagai seorang wanita kepada wanita lain; saya percaya bahwa kalian sudah mengerti. Karena hanya seorang wanita yang benar-benar mengerti apa yang ada di hati wanita lain. Kita benar-benar sama. Ras kita, keyakinan, atau kebangsaan kita bukanlah persoalan. Hati seorang wanita sama di mana pun mereka berada. We love. Itu hal terbaik yang kita lakukan. Kita memelihara keluarga kita dan memberikan kenyamanan dan kekuatan kepada lelaki yang kita cintai.

Tapi kami wanita Amerika telah dibodohi untuk percaya bahwa kita lebih bahagia dengan berkarier, rumah sendiri untuk hidup sendiri, dan kebebasan memberikan cinta kepada siapapun yang kami pilih. Itu bukanlah kebebasan, dan itu bukanlah cinta. Jangan menerima sesuatu yang penuh kekurangan. Itu tidaklah berharga. Kalian tidak akan menyukainya dan bahkan setelah itu kalian tidak akan menyukai diri kalian sendiri. Lalu dia akan pergi meninggalkan kalian.

Pengorbanan

Sin never pays. It always cheats you.Meskipun saya memperoleh kembali kehormatan, tetap saja tidak ada gantinya… Kami wanita di Barat telah didoktrin ke dalam pemikiran bahwa kalian, wanita Muslim, tertindas. Tapi sejatinya, kamilah yang sedang tertindas; diperbudak oleh mode yang merendahkan kami, terobsesi dengan berat badan, mengharap cinta dari pria yang tidak menginginkan kami bangkit. Jauh dalam diri, kami tahu bahwa kami telah ditipu. Kami dengan diam-diam mengagumi dan iri pada kalian, meski sebagian dari kami tidak akan mengakui hal ini.

Please, jangan remehkan kami atau berpikir bahwa kami menyukai hal-hal seperti ini. Ini semua bukan kesalahan kami. Banyak dari kami tidak memiliki ayah yang menjaga kami sewaktu kami muda karena keluarga kami telah berantakan. Kalian tahu siapa dibalik semua rencana ini. Don’t be fooled, my sisters. Jangan biarkan mereka merampas kalian. Stay innocent and pure. Kami wanita Kristiani butuh untuk melihat bagaimana hidup selayaknya seorang wanita. Kami butuh kalian untuk menyiapkan sebuah teladan bagi kami, karena kami telah kehilangan kesempatan. Jagalah kemurnian kalian. Remember: you can’t put the toothpaste back in the tube. Jadi, jagalah “pasta gigi” kalian dengan baik!

Saya harap kalian menerima pesan ini dalam semangat persahabatan, rasa hormat, dan kebanggaan. Dari saudari Kristiani kalian—with love.

Penerjemah(Bebas)©ejajufri
Catatan:Dipublikasi ulang tanpa izin
http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/10/surat-dari-seorang-kristiani-untuk-wanita-muslim/
Continue Reading..

A letter from a Christian to Muslim women

By Joanna Francis
Writer, Journalist - USA

Between the Israeli assault on Lebanon and the Zionist “war on terror,” the Muslim world is now center stage in every American home. I see the carnage, death and destruction that have befallen Lebanon, but I also see something else: I see you. I can’t help but notice that almost every woman I see is carrying a baby or has children around her. I see that though they are dressed modestly, their beauty still shines through. But it’s not just outer beauty that I notice. I also notice that I feel something strange inside me: I feel envy. I feel terrible for the horrible experiences and war crimes that the Lebanese people have suffered, being targeted by our common enemy. But I can’t help but admire your strength, your beauty, your modesty, and most of all,your happiness.


Yes, it’s strange, but it occurred to me that even under constant bombardment, you still seemed happier than we are, because you were still living the natural lives of women. The way women have always lived since the beginning of time. It used to be that way in the West until the 1960s, when we were bombarded by the same enemy. Only we were not bombarded with actual munitions, but with subtle trickery and moral corruption.

Through Temptation

They bombarded us Americans from Hollywood, instead of from fighter jets or with our own American-made tanks. They would like to bomb you in this way too, after they’ve finished bombing the infrastructure of your countries. I do not want this to happen to you. You will feel degraded, just like we do. You can avoid this kind of bombing if you will kindly listen to those of us who have already suffered serious casualties from their evil influence. Because everything you see coming out of Hollywood is a pack of lies, a distortion of reality, smoke and mirrors. They present casual sex as harmless recreation because they aim to destroy the moral fabric of the societies into which they beam their poisonous programming. I beg you not to drink their poison. There is no antidote for it once you have consumed it. You may recover partially, but you will never be the same. Better to avoid the poison altogether than to try to heal from the damage it causes.

They will try to tempt you with their titillating movies and music videos, falsely portraying us American women as happy and satisfied, proud of dressing like prostitutes, and content without families. Most of us are not happy, trust me. Millions of us are on anti-depressant medication, hate our jobs, and cry at night over the men who told us they loved us, then greedily used us and walked away. They would like to destroy your families and convince you to have fewer children. They do this by presenting marriage as a form of slavery, motherhood as a curse, and being modest and pure as old-fashioned. They want you to cheapen yourself and lose your faith. They are like the Serpent tempting Eve with the apple. Don’t bite.

Self-Value

I see you as precious gems, pure gold, or the “pearl of great value” spoken of in the Bible (Matthew 13: 45). All women are pearls of great value, but some of us have been deceived into doubting the value of our purity. Jesus said: “Give not that which is holy unto the dogs, neither cast your pearls before swine, lest they trample them under their feet, and turn again and rend you” (Matthew 7: 6). Our pearls are priceless, but they convince us that they’re cheap. But trust me; there is no substitute for being able to look in the mirror and seeing purity, innocence and self-respect staring back at you.

The fashions coming out of the Western sewer are designed to make you believe that your most valuable asset is your sexuality. But your beautiful dresses and veils are actually sexier than any Western fashion, because they cloak you in mystery and show self-respect and confidence. A woman’s sexuality should be guarded from unworthy eyes, since it should be your gift to the man who loves and respects you enough to marry you. And since your men are still manly warriors, they deserve no less than your best. Our men don’t even want purity anymore. They don’t recognize the pearl of great value, opting for the flashy rhinestone instead. Only to leave her too! Your most valuable assets are your inner beauty, your innocence, and everything that makes you who you are. But I notice that some Muslim women push the limit and try to be as Western as possible, even while wearing a veil (with some of their hair showing). Why imitate women who already regret, or will soon regret, their lost virtue? There is no compensation for that loss. You are flawless diamonds. Don’t let
them trick you into becoming rhinestones. Because everything you see in the fashion magazines and on Western television is a lie. It is Satan’s trap. It is fool’s gold.

A Woman’s Heart

I’ll let you in on a little secret, just in case you’re curious: pre-marital sex is not even that great. We gave our bodies to the men we were in love with, believing that that was the way to make them love us and want to marry us, just as we had seen on television growing up. But without the security of marriage and the sure knowledge that he will always stay with us, it’s not even enjoyable! That’s the irony. It was just a waste. It leaves you in tears.Speaking as one woman to another, I believe that you understand that already. Because only a woman can truly understand what’s in another woman’s heart. We really are all alike. Our race, religion or nationalities do not matter. A woman’s heart is the same everywhere. We love. That’s what we do best. We nurture our families and give comfort and strength to the men we love. But we American women have been fooled into believing that we are happiest having careers, our own homes in which to live alone, and freedom to give our love away to whomever we choose. That is not freedom. And that is not love. Only in the safe haven of marriage can a woman’s body and heart be safe to love. Don’t settle for anything less. It’s not worth it. You won’t even like it and you’ll like yourself even less afterwards. Then he’ll leave you.

Self-Denial

Sin never pays. It always cheats you. Even though I have reclaimed my honor, there’s still no substitute for having never been dishonored in the first place. We Western women have been brainwashed into thinking that you Muslim women are oppressed. But truly, we are the ones who are oppressed; slaves to fashions that degrade us, obsessed with our weight, begging for love from men who do not want to grow up. Deep down inside, we know that we have been cheated. We secretly admire and envy you, although some of us will not admit it. Please do not look down on us or think that we like things the way they are. It’s not our fault. Most of us did not have fathers to protect us when we were young because our families have been destroyed. You know who is behind this plot.
Don’t be fooled, my sisters. Don’t let them get you too. Stay innocent and pure. We Christian women need to see what life is really supposed to be like for women. We need you to set the example for us, because we are lost. Hold onto your purity.
Remember: you can’t put the toothpaste back in the tube. So guard your toothpaste” carefully!
I hope you receive this advice in the spirit in which it is intended: the spirit of friendship, respect, and admiration. From your Christian sister “ with love"

* This article is republished with the kind permission of the author. The original can be found on Crescent and the Cross. Joanna Francis is a writer and journalist. She manages her own blog.

source : http://www.facebook.com/note.php?note_id=50621652060&ref=nf
Continue Reading..
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service
 

The Humble Boy-Success is going from failure to failure without a loss of enthusiam-Winston Churcill