Minggu, November 29, 2009

EIGHT LIES OF MOTHER ( Delapan kebohongan Ibu)

EIGHT LIES OF MOTHER ( Delapan kebohongan Ibu)
A Story that I cannot forget....

(sebuah cerita yang tak dapat aku lupakan.....)

1. The story began when I was a child; I was born as a son of a poor
family. Even for eating, we often got lack of food. Whenever the time
for eating, mother often gave me her portion of rice. While she was
removing her rice into my bowl, she would say "Eat this rice, son. I'm
not hungry".


That was Mother's First Lie.

1. Cerita ini dimulai ketika aku masih kecil, saya terlahir sebagai
anak lelaki dari sebuah keluarga miskin. Yang terkadang untuk makan
pun kita sering kekurangan. Kapanpun ketika waktu makan, ibu selalu
memberikan bagian nasi nya untuk saya. Ketika beliau mulai memindahkan
isi mangkuknya ke mangkuk saya, dia selalu berkata "Makanlah nasi ini
anak ku. Aku tidak lapar"

ini adalah kebohongan Ibu yang pertama.

2. When I was getting to grow up, the persevering mother gave her
spare time for fishing in a river near our house, she hoped that from
the fishes she got, she could gave me a little bit nutritious food for
my growth. After fishing, she would cook the fishes to be a fresh fish
soup, which raised my appetite. While I was eating the soup, mother
would sit beside me and eat the rest meat of fish, which was still on
the bone of the fish I ate. My heart was touched when I saw it. I then
used my chopstick and gave the other fish to her. But she immediately
refused it and said "Eat this fish, son. I don't really like fish."

That was Mother's Second Lie.

2. Ketika aku mulai tumbuh dewasa, dengan tekun nya ibu menggunakan
waktu luangnya untuk memancing di sungai dekat rumah kami, dia
berharap jika dia mendapatkan ikan, dia dapat memberikan aku sedikit
makanan yang bergizi untuk pertumbuhan ku. Setelah memancing, dia akan
memasak ikan tersebut menjadi sup ikan segar yang meningkatkan selera
makan ku. Ketika aku memakan ikan tersebut, ibu akan duduk disebelah
ku dan memakan daging sisa ikan tersebut, yang masih menempel pada
tulang ikan yang telah aku makan. Hatiku tersentuh sewaktu melihat hal
tersebut, aku menggunakan sumpitku dan memberikan potongan ikan yang
lain kepadanya. Tetapi dia langsung menolaknya dengan segera dan
mengatakan " Makanlah ikan itu nak, aku tidak seberapa menyukai ikan"

Itu adalah kebohongan ibu yang ke dua

3. Then, when I was in Junior High School, to fund my study, mother
went to an economic enterprise to bring some used-matches boxes that
would be stuck in. It gave her some money for covering our needs. As
the winter came, I woke up from my sleep and looked at my mother who
was still awoke, supported by a little candlelight and within her
perseverance she continued the work of sticking some used-matches box.
I said, "Mother, go to sleep, it's late, tomorrow morning you still
have to go for work." Mother smiled and said "Go to sleep, dear. I'm
not tired."

That was Mother's Third Lie.

3. Kemudian, ketika aku berada di bangku sekolah menengah, untuk
membiayai pendidikan ku, ibu pergi ke sebuah badan ekonomi (KUD) dan
membawa kerajinan dari korek api bekas. kerajinan tersebut
menghasilkan sejumlah uang untuk menutupi kebutuhan kami. Ketika musim
semi datang, aku terbangun dari tidurku dan melihat ibuku yang masih
terjaga, dan ditemani cahaya lilin kecil dan dengan ketekunan nya dia
melanjutkan pekerjaan nya menyulam. Aku berkata "Ibu, tidurlah,
sekarang sudah malam, besok pagi kamu masih harus pergi bekerja." Ibu
tersenyum dan berkata "Pergilah tidur, sayang. Aku tidak Lelah."

Itu adalah kebohongan ibu yang ke tiga

4. At the time of final term, mother asked for a leave from her work
in order to accompany me. While the daytime was coming and the heat of
the sun was starting to shine, the strong and persevering mother
waited for me under the heat of the sun's shine for several hours. As
the bell rang, which indicated that the final exam had finished,
mother immediately welcomed me and poured me a glass of tea that she
had prepared before in a cold bottle. The very thick tea was not as
thick as my mother's love, which was much thicker. Seeing my mother
covering with perspiration, I at once gave her my glass and asked her
to drink too. Mother said "Drink, son. I'm not thirsty!?

That was Mother's Fourth Lie.

4. Pada saat Ujian akhir, ibu meminta izin dari tempat ia bekerja
hanya untuk menemaniku. Pada saat siang hari dan matahari terasa
sangat menyengat, dengan tabah dan sabar ibu menugguku dibawah terik
sinar matahari untuk beberapa jam lamanya. Dan setelah bel berbunyi,
yang menandakan waktu ujian telah berakhir, Ibu dengan segera
menyambutku dan memberikan ku segelas teh yang telah beliau siapkan
sebelumnya di botol dingin. kental nya teh terasa tidak sekental kasih
sayang dari Ibu, yang terasa sangat kental. Melihat ibu menutup botol
tersebut dengan rasa haus, langsung saya memberikan gelasku dan
memintanya untuk minum juga. Ibu berkata "Minumlah, nak. Ibu tidak
haus!"

Itu kebohongan ibu yang ke empat

5. After the death of my father because of illness, my poor mother had
to play her role as a single parent.. By held on her former job, she
had to fund our needs alone. Our family's life was more complicated.
No days without sufferance. Seeing our family's condition that was
getting worse, there was a nice uncle who lived near my house came to
help us, either in a big problem and a small problem. Our other
neighbors who lived next to us saw that our family's life was so
unfortunate; they often advised my mother to marry again. But mother,
who was stubborn, didn't care to their advice; she said "I don't need
love."

That was Mother's Fifth Lie.

5. Setelah kematian ayahku yang disebabkan oleh penyakit, Ibuku
tersayang harus menjalankan peran nya sebagai orang tua tunggal.
dengan mengerjakan tugasnya terlebih dahulu, dia harus mencari uang
untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri. Hidup keluargaku menjadi
semakin kompleks. Tak ada hari tanpa kesusahan. Melihat keadaan
keluargaku pada saat itu yang semakin memburuk, ada seorang paman yang
tinggal dekat rumahku datang untuk menolong kami, baik masalah yang
besar dan masalah yang kecil. Tetangga kami yang lain yang tinggal
dekat dengan kita melihat kehidupan keluarga kami sangat tidak
beruntung, Mereka sering menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi
ibu yang sangat keras kepala, tidak memperdulikan nasihat mereka, dia
berkata " Saya tidak butuh cinta"

Itu adalah kebohongan ibu yang ke lima

6. After I had finished my study and then got a job, it was the time
for my old mother to retire.. But she didn't want to; she was sincere
to go to the marketplace every morning, just to sell some vegetable
for fulfilling her needs. I, who worked in the other city, often sent
her some money to help her in fulfilling her needs, but she was
stubborn for not accepting the money. She even sent the money back to
me. She said "I have enough money."

That was Mother's Sixth Lie.

6. Setelah saya menyelesaikan pendidikanku dan mendapatkan sebuah
pekerjaan. itu adalah waktu bagi ibuku untuk beristirahat. Tetapi dia
tetap tidak mayu; dia sangat bersungguh-sungguh pergi ke pasar setiap
pagi, hanya untuk menjual beberapa sayuran untuk memenuhi kebutuhan
nya. Saya, yang bekerja di kota yang lain, sering mengirimkan beliau
sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan nya, tetapi Beliau
tetap keras kepala untuk tidak menerima uang tersebut. Beliau sering
mengirim kembali uang tersebut kepadaku. Beliau berkata "Saya punya
cukup uang"

itu adalah kebohongan ibu yang ke enam

7. After graduated from Bachelor Degree, I then continued my study to
Master Degree. I took the degree, which was funded by a company
through a scholarship program, from a famous University in America. I
finally worked in the company. within a quite high salary, I intended
to take my mother to enjoy her life in America. But my lovely mother
didn't want to bother her son; she said to me "I'm not used to."

That was Mother's Seventh Lie.

7. Setelah lulus dari program sarjana, kemudian saya melanjutkan
pendidikan saya ke tingkat Master, saya mengambil pendidikan tersebut,
dibiayai oleh sebuah perusahaan melalui sebuah program beasiswa, dari
sebuah Universitas terkenal di Amerika. Akhirnya saya bekerja pada
perusahaan tersebut. Dengan gaji yang lumayan tinggi, saya berniat
untuk mengambil Ibu dan mengajak nya untuk tinggal di amerika. Tetapi
Ibuku tersayang tidak mau merepotkan anak lelakinya, Beliau berkata
kepadaku "Saya tidak terbiasa"

itu adalah kebohongan ibu yang ke tujuh

8. After entering her old age, mother got a flank cancer and had to be
hospitalized. I, who lived in miles away and across the ocean,
directly went home to visit my dearest mother. She lied down in
weakness on her bed after having an operation. Mother, who looked so
old, was staring at me in deep yearn. She tried to spread her smile on
her face; even it looked so stiff because of the disease she held out.
It was clear enough to see how the disease broke my mother's body,
thus she looked so weak and thin. I stared at my mother within tears
flowing on my face. My heart was hurt, so hurt, seeing my mother on
that condition. But mother, with her strength, said "Don't cry, my
dear. I'm not in pain."

That was Mother's Eight Lie.

8. Sewaktu memasuki masa tua nya, ibu terkena kanker tenggorokan dan
harus dirawat di rumah sakit. Saya yang terpisah sangat jauh dan
terpisah oleh lautan, segera pulang ke rumah untuk mengunjungi ibuku
tersayang. Beliau terbaring lemah ditempat tidurnya selepas selesai
menjalankan operasi. Ibu yang terlihat sangat tua, menatapku dengan
tatapan rindu yang dalam. Beliau mencoba memberikan senyum diwajahnya.
meskipun terlihat sangat menyayat dikarenakan penyakit yang
dideritanya. Itu sangat terlihat jelas bagaimana penyakit tersebut
menghancurkan tubuh ibuku. dimana beliau sangat terlihat lemah dan
kurus. Saya mulai mencucurkan airmata di pipi dan menangis. Hatiku
sangat terluka, teramat sangat terluka, melihat ibuku dengan keadaan
yang demikian. Tetapi ibu, dengan segala kekuatannya, berkata "jangan
menangis, anakku sayang, Ibu tidak sakit"

Itu adalah kebohongan ibu yang ke delapan

After saying her eighth lie, my dearest mother closed her eyes forever!
setelah megatakan kedelapan kebohongan nya, Ibuku tersayang menutup
matanya untuk selamanya!

With Kind Regards

Mohammad Usman
Jeddah
SAUDI ARABIA

__________________________________________

dikutip dari http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/item.php?itemid=206&com_id=131&com_rootid=130&

Ya Alloh, jadikan kami orang yang selalu berbakti kepada orangtua...
Continue Reading..

Rabu, November 25, 2009

Puasa Hari Arafah Penghapus Dosa 2 tahun

Puasa Hari Arafah Penghapus Dosa 2 tahun

"صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ".

"Saya berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (H.R. Muslim)

Allah SWT banyak memberikan berbagai sarana kepada hamba-Nya untuk dapat mendekatkan diri kepada-Nya, salah satunya berpuasa. Ada puasa wajib --seperti bulan Ramadhan, puasa karena nadzar—juga ada puasa sunnah --seperti puasa enam hari bulan Syawwal dan puasa hari Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, dan puasa hari Arafah dan lain sebgainya.


Kalau kita ada kesempatan melakukan ibada haji, merinding rasanya ketika berada di Padang Arafah, menyaksikan lautan jamaah haji yang berkumpul di tempat suci itu. Satu rukun haji yang paling penting yaitu wuquf di padang Arafah.

Wuquf di Padang Arafah merupakan rukun dan puncak manasik (ibadah) haji. Jika seorang jamaah tidak datang melakukan rukun haji tersebut pada waktu yang sudah ditentukan, maka hajinya tidak sah dan harus mengulangi haji tahun mendatang.

Tanggal 8 Dzul-Hijjah semua jamaah bersiap-siap untuk berbondong-bondong menuju Padang Arafah, bagaikan derasnya air yang mengalir dari dataran tinggi. Dengan hanya menggunakan pakaian ihram, bagaikan sehelai kain kafan, mereka melepaskan segala pakaian kemewahan duniawi yang selama ini menjadi sumber dan symbol kesombongan bagi sebagian orang. Mereka tanggalkan segala kedudukan dan jabatan, suka tidak suka, karena demikian syariat yang harus diikuti oleh semua jamaah haji, syariat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.. Mereka seakan lupa akan negeri asal mereka, bahkan mereka seakan lupa anak, suami, isteri, dan keluarga tercinta. Mereka bergegas menuju padang Arafah, saat mereka sedang berada di padang Arafah tersebut, seakan mereka berada di padang Mahsyar (tempat dikumpulkannya semua manusia di akhirat) untuk mempertangjawabkan semua amal dan perbuatannya, mengakui semua dosa, kesalahan, dan kehinaan yang pernah mereka lakukan di selama hidup di dunia.
Puasa Hari Arafah

Allah SWT dengan kehendak dan kebijakan-Nya, menjadikan anak cucu Adam melakukan kesalahan dan perbuatan dosa, dan dengan kehendak dan kebijakan-Nya pula Dia memberikan berbagai cara sebagai penebus atau penghapus dosa tersebut hingga dosa tersebut sirna dan hilang sama sekali dari diri seorang anak manusia. Dan diantara amal shalih yang dapat menghapus dosa adalah puasa; karena dengan berpuasa seorang hamba akan dapat meninggalkan berbagai macam serbuan syahwat dalam arti yang seluas-luasnya, puasa akan dapat mempersempit gerak langkah syaithan yang mengalir begitu cepatnya bagaikan darah yang mengalir di dalam tubuh manusia.

Diantara puasa yang dapat menghapus dosa adalah puasa hari Arafah, karena dia dilakukan pada suatu hari yang amat agung. dengan keagungan hari tersebut, maka puasa di hari Arafah ini juga penuh dengan keagungan. Puasa hari Arafah ini dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah, seiring dengan berkumpulnya seluruh jamaah haji atau wuquf di Padang Arafah. Puasa Arafah ini disunnahkan bagi umat islam yang tidak melaksanakan ibadah haji sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sedangkan bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji, tidak dianjurkan berpuasa, karena pada saat melaksanakan wuquf ini mereka sangat memerlukan stamina tubuh yang prima agar tetap stabil sehingga dapat memperbanyak ibadah, dzikir, dan doa secara optimal.
Keutamaan Puasa Hari Arafah

Ada beberapa hadist yang menjelaskan tentang keutamaan puasa hari Arafah ini, di antaranya Rasulullah SAW menyebutkan, hari itu adalah hari pengampunan dosa; pada hari itu pula para hamba yang Allah SWT kehendaki dibebaskan dari api neraka.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada di hari Arafah” (H.R. Muslim).

Ketika ditanya tentang puasa hari Arafah, Rasulullah SAW menjawab:

"يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ"

“Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun sesudahnya” (H.R. Muslim).

Dalam hadits lain beliau bersabda :

"صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ".

“Saya berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya” (H.R. Muslim).



Dari beberapa hadist di atas, jelas sekali, puasa hari Arafah akan dapat menghapuskan dosa yang pernah kita lakukan setahun lalu dan menghapuskan dosa yang akan kita lakukan setahun sesudahnya. Oleh karenanya, selayaknya sebagai seorang Muslim, minimal kita sudah memiliki niat untuk melakukan puasa hari Arafah tersebut, walaupun kita tidak mampu untuk berpuasa delapan hari sebelumnya, mulai tanggal 1 Dzul Hijjah. Inilah diantara momentum yang sangat tepat untuk membersihkan lembaran dosa yang pernah kita lakukan. Mari raih momentum penghapusan dosa dengan puasa di hari Arafah ini yang hanya datang hanya sekali dalam satu tahun.

Tidak semua dosa akan dihapuskan karena menurut sebagian para ulama, yang dimaksud dengan dosa dalam hadits di atas bukanlah dosa besar, melainkan dosa-dosa kecil. Dengan berlandaskan hadits rasulullah SAW :

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّراتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu, shalat jum’at sampai ke shalat jum’at berikutnya, puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya adalah sebagai penghapus (dosa) apabila perbuatan dosa besar ditinggalkan”. (HR. Muslim)

Semoga dengan penjelasan singkat di atas, kita dapat memahami pesan-pesan Rasulullah SAW dan dapat melaksanakannya dengan baik. Dengan melaksanakan berbagai ibadah karena Allah SWt, diantaranya dengan berpuasa di hari Arafah, kita berharap Allah SWT menghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang. Amien ya Rabbal ‘alamin. Wallahu a’lam bish-shawab.

sumber :http://muntadaquran.net/v2/kolom/hadits/1223-puasa-hari-arafah-penghapus-dosa-2-tahun.html
Continue Reading..

Selasa, November 24, 2009

How You Can Make Money on Twitter

Hari ini baca-baca email kiriman dari Sang Master Blogger John Cow, ada info yang menarik dengan subject yang menarik pula ditulisnya pada email tersebut,Judulnya “Fery HS, Here's How You Can Make Money on Twitter”. Menarik bukan???How You Can Make Money???once again…. make money via twitter.

Setelah kubaca tulisan dan petunjuknya, tertariklah untuk ikutan daftar di Ad.ly. Apa itu Ad.Ly???Mungkin sebagian dari kalian sudah banyak yang tahu tentang Ad.ly, kalo aku sendiri baru bergabung.Dari ulasan sang Master dikatakan kalo Ad.ly dapat menghasilkan penghasilan yang mengagumkan bila dibandingkan dengan Sponsored Tweets. Katanya, para Twitter User jangan sampai melewati kesempatan ini.Ad.ly telah mendapatkan pendanaan yang besar dan telah mendatangi banyak selebritis besar sehingga membantu perkembangannya. John Cow sendiri telah mendapatkan penghasilan sebesar $1000. Wah gue bisa nggak ya dapetin kayak gitu????

Adapun cara kerjanya sangat sederhana sekali:
--->kita cuma mendaftar di Ad.ly, signup dengan login twitter.kemudian kita diminta mengisi berapa bayaran per tweet per minggunya,(depaultnya $6 per week) kemudian proses registrasi sudah selesai.Patut diperhatikan data kita hendaknya diisi secara lengkap agar para pemasang iklan mau memasang iklannya di twitter kita.Ad.ly akan memasang iklan distatus twitter kita satu iklan per hari. Disini kita juga bisa menyeleksi iklan yang mau dipasang di Twitter kita, menolak atau menerima iklannya, kira-kira pantes gk gitu kali ya maksudnya..

Continue Reading..

Jumat, November 20, 2009

4 Steps To Make Money With Your Blogs

Ada lagi program yang mau membayar anda dengan $$$. Namanya Ask2link.com,disini anda akan ditawarkan menjadi Advertiser atau Publisher.Kalo kita menggunakan blog sebagai media publikasinya akan ditawarkan menjadi Publisher, artinya kita disini hanya menjual link iklan yang digenerate secara otomatis yang dipasang diblog kita.Keuntunganya,kita dibayar sesuai Page Rank blog kita.Kebetulan blog ini sudah mendapatkan Page Rank 2 dan dibayar sebesar $4.Selain kita juga bisa mereferensikan ke teman-teman,setiap ada yang bergabung akan dibayar sebesar $20 (dengan minimum pembelian $50),semakin banyak yang bergabung akan semakin $ yang akan anda dapatkan.Tertarik???

Caranya gimana?gampang koq...
4 Steps To Make Money With Your Blogs

1. Go to Ask2link.com to sign up your account.
2. Ketikan informasi website Anda. Pastikan bahwa Anda mengisi deskripsi detil karena pengiklan menggunakan deskripsi untuk menentukan apakah mereka ingin menempatkan iklan di situs web Anda.
3. Ikuti instruksi dan instal widget Iklan ke blog Anda.
4. Ad2link's Text Link Ads akan muncul di situs web Anda. Website Anda juga akan muncul di tempat Ad2link. Setelah pengiklan membeli iklan dari situs web Anda, Anda akan menerima uang dalam rekening Paypal Anda (setelah 30 hari) Continue Reading..

Kamis, November 19, 2009

Mau Dapet $100 Langsung Dari Paypal?

PayPal Inc.

Baru dapet info nih kalo Paypal.Com lagi bagi-bagi duit di Facebook. Caranya gampang, tinggal daftar ke program Paypal Wishlist yang sedang berlangsung dan Anda akan langsung dapet earning sebesar $1. Masih kurang? Jangan khawatir, tinggal referensikan saja program tersebut ke teman-teman Anda yang lain dan untuk setiap teman Anda yang mendaftar Anda akan dapat duit sejumlah $1. Tapi jangan serakah, maksimal penghasilan yang bisa Anda peroleh adalah $100, lumayan lah buat uang jajan 1 bulan. Ya nggak? :)

Jadi, saya ulangi ya langkah-langkahnya:
1. Login terlebih dahulu ke akun Facebook Anda. Gak punya Facebook,yang bener???
buat dong..
2. Masuk ke halaman promosi Paypal Wishlist.
3. Masukkan alamat email Paypal Anda yang valid dan sudah terverifikasi melalui menu yang ada di
sebelah kiri atas. Kalau gak salah tulisannya Submit Your Email Address. Jika belum punya akun
Paypal, bikin dulu di Paypal.Com dan lakukan verifikasi menggunakan kartu kredit atau VCC.
4.Buat wishlist Anda dengan menekan tombol Create Wishlist. Setelah selesai, Anda dapat men-share
program Paypal Wishlist ini ke teman-teman Anda yang lain di Facebook.

Oh ya, sesuai dengan ketentuan mereka, maka penghasilan Anda nanti baru dapat diterima pada tanggal 28 Februari 2010. Emang masih lama sih, tapi ya gak apa-apa, anggap aja Anda sedang menabung :)

Ayooo!!!!Jangan sampai ketinggalan...
Reblog this post [with Zemanta]
Continue Reading..

Selasa, November 17, 2009

Surat Dari Seorang Kristiani Untuk Wanita Muslim

Dikutip dari sebuah blog,sebuah catatan yang menarik untuk dibaca dan diketahui...

Oleh: Joanna Francis © 2006 (Penulis, Jurnalis USA)

Selama serangan Israel ke Lebanon dan “perang melawan teror” Zionis, dunia Islam menjadi pusat perhatian di setiap rumah warga Amerika. Saya melihat pembunuhan, kematian dan kehancuran yang menimpa Lebanon, tapi saya juga melihat sesuatu yang lain: Saya melihat Anda. Saya tidak bisa menolong, tapi yang menjadi perhatian bahwa setiap perempuan yang saya lihat selalu menggendong bayi atau anak-anak disekelilingnya. Meskipun mereka berpakaian sederhana, kecantikan mereka tetap bersinar. Tapi bukan sekedar kecantikan lahiriah. Saya juga merasakan keanehan dalam diri saya: saya merasa iri. Saya merasa tidak senang atas kejadian mengerikan dan kejahatan perang yang rakyat Lebanon derita dan menjadi target oleh musuh kita bersama. Tapi saya hanya bisa mengagumi kekuatan, kecantikan, kesederhanaan, dan lebih dari itu, kebahagiaan kalian.

Ya, ini aneh, tapi itu yang saya rasakan bahwa meskipun dalam keadaan dibom, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari pada kami, karena kalian menjalani kehidupan natural sebagai seorang wanita. Cara yang selalu wanita jalani sejak masa awal. Cara yang digunakan di Barat hingga tahun 60-an, ketika kami dibombardir oleh musuh yang sama. Hanya saja kami tidak dibom dengan perlengkapan perang sesungguhnya, tapi dengan tipu daya licik dan kerusakan moral.


Melalui Godaan

Mereka menyerang kami—orang-orang Amerika—dari Hollywood, bukan dari jet tempur atau tank buatan Amerika. Mereka juga akan “membom” kalian dengan cara ini, setelah mereka selesai membom prasarana negara kalian. Saya tidak ingin hal ini terjadi pada kalian. Kalian akan merasa rendah sebagaimana yang kami rasakan. Kalian bisa menghindar dari bom semacam ini kalau kalian mendengar dengan ramah kepada mereka yang sudah menderita dan menjadi korban serius dari pengaruh jahat musuh. Karena segala sesuatu yang kalian lihat dari Hollywood hanyalah kumpulan kebohongan, penyimpangan realita, rokok dan bayangan semu. Mereka menghadirkan masalah seks sebagai “hiburan yang aman” karena tujuan mereka adalah menghancurkan susunan moral masyarakat menjadi apa yang mereka arahkan ke program beracun. Saya meminta kepada kalian agar tidak meminum racun mereka. Tidak ada penangkal baginya sekali Anda mengkonsumsinya. Kalian mungkin bisa pulih setengah-setengah, tapi tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Lebih baik menghindar dari racun sepenuhnya dari pada mencoba untuk sembuh dari penyebab kerusakan ini.

Mereka akan berusaha menggoda kalian dengan rangsangan film dan video musik; dengan licik menggambarkan kami, wanita Amerika, dengan bahagia dan senang, bangga berpakaian layaknya pelacur dan konten tanpa kekeluargaan. Banyak dari kami tidak bahagia, percayalah. Jutaan dari kami menjalani pengobatan anti-depresi, tidak menyukai pekerjaan, dan menangis semalaman karena lelaki yang mengatakan cinta kepada kami, kemudian dengan serakah menggunakan kami lalu pergi. Mereka ingin menghancurkan keluarga kalian dan meyakinkan kalian untuk punya sedikit anak. Mereka melakukan ini dengan menghadirkan pernikahan sebagai sebuah bentuk perbudakan, (tugas) keibuan sebagai kutukan, menjadi sederhana dan murni sebagai model kuno. Mereka ingin merendahkan kalian dan menghilangkan agama kalian. Mereka seperti ular yang menggoda Hawa dengan apel. Don’t bite!


Harga Diri

Saya melihat kalian sebagai mutiara berharga, emas murni, atau “mutiara bernilai tinggi” yang dibicarakan Injil (Matius 13: 45). Semua wanita adalah mutiara bernilai tinggi, tapi beberapa orang memperdaya kita ke dalam keraguan akan nilai kemurnian ini. Yesus (Nabi Isa as.) mengatakan: “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.” (Matius 7: 6) Mutiara-mutiara kita tak ternilai harganya, tapi musuh meyakinkan kita bahwa hal itu bernilai rendah. Tapi percayalah; tidak ada pengganti yang dapat memandang ke dalam cermin dan melihat kesucian, kemurnian dan rasa harga diri yang ada pada kalian.

Mode atau fashion yang datang dari para penjahit Barat dirancang agar kalian yakin bahwa asset tak ternilai milik kalian adalah seksualitas. Tapi keindahan busana dan hijab kalian sesungguhnya lebih menarik dibandingkan mode Barat manapun, karena pakaian itu menyelubungi kalian dalam misteri dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan. Seksualitas seorang wanita harus dijaga dari mata-mata yang tak layak, karena hal itu seharusnya menjadi hadiah bagi lelaki yang benar-benar mencintai dan menghormati untuk menikahi Anda…

Asset tak ternilai milik kalian adalah inner-beauty, kemurnian, dan segala hal yang membuat kalian apa adanya. Tapi saya melihat beberapa wanita Muslim mendorong batasan itu dan mencoba menjadi kebarat-baratan sebisa mungkin, meskipun tetap menggunakan kerudung (dengan memperlihatkan sebagian rambut mereka). Mengapa meniru wanita yang sudah menyesal, atau akan menyesal, karena kehilangan kebaikannya? Tidak ada pengganti atas kehilangan hal tersebut. Kalian adalah permata yang sempurna. Jangan biarkan mereka menipu kalian dengan menjadi berlian palsu. Karena segala hal yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah kebohongan. Itu adalah jebakan setan. It is fool’s gold.


Hati Seorang Wanita

Saya akan beri tahu kalian sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian ingin tahu: seks sebelum menikah tidaklah “sehebat” yang kalian kira. Kita memberikan tubuh kita kepada lelaki yang kita cintai, yakin bahwa itu adalah cara agar mereka mencintai dan menikahi kita. Sebagaimana yang kita lihat di televisi belakangan ini. Tapi tanpa jaminan pernikahan dan kepastian pengetahuan bahwa ia akan bersama dengan kita, ini bukanlah hal yang menyenangkan! Inilah ironinya. Ini adalah hal yang sia-sia. Hanya akan meninggalkan air mata pada kalian.

Berbicara sebagai seorang wanita kepada wanita lain; saya percaya bahwa kalian sudah mengerti. Karena hanya seorang wanita yang benar-benar mengerti apa yang ada di hati wanita lain. Kita benar-benar sama. Ras kita, keyakinan, atau kebangsaan kita bukanlah persoalan. Hati seorang wanita sama di mana pun mereka berada. We love. Itu hal terbaik yang kita lakukan. Kita memelihara keluarga kita dan memberikan kenyamanan dan kekuatan kepada lelaki yang kita cintai.

Tapi kami wanita Amerika telah dibodohi untuk percaya bahwa kita lebih bahagia dengan berkarier, rumah sendiri untuk hidup sendiri, dan kebebasan memberikan cinta kepada siapapun yang kami pilih. Itu bukanlah kebebasan, dan itu bukanlah cinta. Jangan menerima sesuatu yang penuh kekurangan. Itu tidaklah berharga. Kalian tidak akan menyukainya dan bahkan setelah itu kalian tidak akan menyukai diri kalian sendiri. Lalu dia akan pergi meninggalkan kalian.

Pengorbanan

Sin never pays. It always cheats you.Meskipun saya memperoleh kembali kehormatan, tetap saja tidak ada gantinya… Kami wanita di Barat telah didoktrin ke dalam pemikiran bahwa kalian, wanita Muslim, tertindas. Tapi sejatinya, kamilah yang sedang tertindas; diperbudak oleh mode yang merendahkan kami, terobsesi dengan berat badan, mengharap cinta dari pria yang tidak menginginkan kami bangkit. Jauh dalam diri, kami tahu bahwa kami telah ditipu. Kami dengan diam-diam mengagumi dan iri pada kalian, meski sebagian dari kami tidak akan mengakui hal ini.

Please, jangan remehkan kami atau berpikir bahwa kami menyukai hal-hal seperti ini. Ini semua bukan kesalahan kami. Banyak dari kami tidak memiliki ayah yang menjaga kami sewaktu kami muda karena keluarga kami telah berantakan. Kalian tahu siapa dibalik semua rencana ini. Don’t be fooled, my sisters. Jangan biarkan mereka merampas kalian. Stay innocent and pure. Kami wanita Kristiani butuh untuk melihat bagaimana hidup selayaknya seorang wanita. Kami butuh kalian untuk menyiapkan sebuah teladan bagi kami, karena kami telah kehilangan kesempatan. Jagalah kemurnian kalian. Remember: you can’t put the toothpaste back in the tube. Jadi, jagalah “pasta gigi” kalian dengan baik!

Saya harap kalian menerima pesan ini dalam semangat persahabatan, rasa hormat, dan kebanggaan. Dari saudari Kristiani kalian—with love.

Penerjemah(Bebas)©ejajufri
Catatan:Dipublikasi ulang tanpa izin
http://ejajufri.wordpress.com/2009/11/10/surat-dari-seorang-kristiani-untuk-wanita-muslim/
Continue Reading..

A letter from a Christian to Muslim women

By Joanna Francis
Writer, Journalist - USA

Between the Israeli assault on Lebanon and the Zionist “war on terror,” the Muslim world is now center stage in every American home. I see the carnage, death and destruction that have befallen Lebanon, but I also see something else: I see you. I can’t help but notice that almost every woman I see is carrying a baby or has children around her. I see that though they are dressed modestly, their beauty still shines through. But it’s not just outer beauty that I notice. I also notice that I feel something strange inside me: I feel envy. I feel terrible for the horrible experiences and war crimes that the Lebanese people have suffered, being targeted by our common enemy. But I can’t help but admire your strength, your beauty, your modesty, and most of all,your happiness.


Yes, it’s strange, but it occurred to me that even under constant bombardment, you still seemed happier than we are, because you were still living the natural lives of women. The way women have always lived since the beginning of time. It used to be that way in the West until the 1960s, when we were bombarded by the same enemy. Only we were not bombarded with actual munitions, but with subtle trickery and moral corruption.

Through Temptation

They bombarded us Americans from Hollywood, instead of from fighter jets or with our own American-made tanks. They would like to bomb you in this way too, after they’ve finished bombing the infrastructure of your countries. I do not want this to happen to you. You will feel degraded, just like we do. You can avoid this kind of bombing if you will kindly listen to those of us who have already suffered serious casualties from their evil influence. Because everything you see coming out of Hollywood is a pack of lies, a distortion of reality, smoke and mirrors. They present casual sex as harmless recreation because they aim to destroy the moral fabric of the societies into which they beam their poisonous programming. I beg you not to drink their poison. There is no antidote for it once you have consumed it. You may recover partially, but you will never be the same. Better to avoid the poison altogether than to try to heal from the damage it causes.

They will try to tempt you with their titillating movies and music videos, falsely portraying us American women as happy and satisfied, proud of dressing like prostitutes, and content without families. Most of us are not happy, trust me. Millions of us are on anti-depressant medication, hate our jobs, and cry at night over the men who told us they loved us, then greedily used us and walked away. They would like to destroy your families and convince you to have fewer children. They do this by presenting marriage as a form of slavery, motherhood as a curse, and being modest and pure as old-fashioned. They want you to cheapen yourself and lose your faith. They are like the Serpent tempting Eve with the apple. Don’t bite.

Self-Value

I see you as precious gems, pure gold, or the “pearl of great value” spoken of in the Bible (Matthew 13: 45). All women are pearls of great value, but some of us have been deceived into doubting the value of our purity. Jesus said: “Give not that which is holy unto the dogs, neither cast your pearls before swine, lest they trample them under their feet, and turn again and rend you” (Matthew 7: 6). Our pearls are priceless, but they convince us that they’re cheap. But trust me; there is no substitute for being able to look in the mirror and seeing purity, innocence and self-respect staring back at you.

The fashions coming out of the Western sewer are designed to make you believe that your most valuable asset is your sexuality. But your beautiful dresses and veils are actually sexier than any Western fashion, because they cloak you in mystery and show self-respect and confidence. A woman’s sexuality should be guarded from unworthy eyes, since it should be your gift to the man who loves and respects you enough to marry you. And since your men are still manly warriors, they deserve no less than your best. Our men don’t even want purity anymore. They don’t recognize the pearl of great value, opting for the flashy rhinestone instead. Only to leave her too! Your most valuable assets are your inner beauty, your innocence, and everything that makes you who you are. But I notice that some Muslim women push the limit and try to be as Western as possible, even while wearing a veil (with some of their hair showing). Why imitate women who already regret, or will soon regret, their lost virtue? There is no compensation for that loss. You are flawless diamonds. Don’t let
them trick you into becoming rhinestones. Because everything you see in the fashion magazines and on Western television is a lie. It is Satan’s trap. It is fool’s gold.

A Woman’s Heart

I’ll let you in on a little secret, just in case you’re curious: pre-marital sex is not even that great. We gave our bodies to the men we were in love with, believing that that was the way to make them love us and want to marry us, just as we had seen on television growing up. But without the security of marriage and the sure knowledge that he will always stay with us, it’s not even enjoyable! That’s the irony. It was just a waste. It leaves you in tears.Speaking as one woman to another, I believe that you understand that already. Because only a woman can truly understand what’s in another woman’s heart. We really are all alike. Our race, religion or nationalities do not matter. A woman’s heart is the same everywhere. We love. That’s what we do best. We nurture our families and give comfort and strength to the men we love. But we American women have been fooled into believing that we are happiest having careers, our own homes in which to live alone, and freedom to give our love away to whomever we choose. That is not freedom. And that is not love. Only in the safe haven of marriage can a woman’s body and heart be safe to love. Don’t settle for anything less. It’s not worth it. You won’t even like it and you’ll like yourself even less afterwards. Then he’ll leave you.

Self-Denial

Sin never pays. It always cheats you. Even though I have reclaimed my honor, there’s still no substitute for having never been dishonored in the first place. We Western women have been brainwashed into thinking that you Muslim women are oppressed. But truly, we are the ones who are oppressed; slaves to fashions that degrade us, obsessed with our weight, begging for love from men who do not want to grow up. Deep down inside, we know that we have been cheated. We secretly admire and envy you, although some of us will not admit it. Please do not look down on us or think that we like things the way they are. It’s not our fault. Most of us did not have fathers to protect us when we were young because our families have been destroyed. You know who is behind this plot.
Don’t be fooled, my sisters. Don’t let them get you too. Stay innocent and pure. We Christian women need to see what life is really supposed to be like for women. We need you to set the example for us, because we are lost. Hold onto your purity.
Remember: you can’t put the toothpaste back in the tube. So guard your toothpaste” carefully!
I hope you receive this advice in the spirit in which it is intended: the spirit of friendship, respect, and admiration. From your Christian sister “ with love"

* This article is republished with the kind permission of the author. The original can be found on Crescent and the Cross. Joanna Francis is a writer and journalist. She manages her own blog.

source : http://www.facebook.com/note.php?note_id=50621652060&ref=nf
Continue Reading..
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service
 

The Humble Boy-Success is going from failure to failure without a loss of enthusiam-Winston Churcill